Kamis, 01 Desember 2016

Shit

Dulu saat kamu mengatakan kata berpisah dan aku hanya diam, berpikir apakah aku melakukan kesalahan terhadapmu.

Saat kamu menyuruhku untuk mencari lelaki yang lebih baik darimu dan aku hanya diam, berpikir seolah-olah itu adalah hal yang sangat mudah untuk kulakukan.

Saat ku dengar bahwa kamu berpacaran dengan mantan pacarmu tak lama setelah kau putus denganku, seolah olah aku hanya menjadi tempat persinggahanmu untuk sementara.

Kini, setahun telah berlalu, ketika aku sudah bisa melupakanmu, mengubur rasa ini dalam dalam, kamu mengatakan pada teman-temanku bahwa kamu ingin kembali kepadaku dan aku hanya menganggap itu omong kosong.

Saat kamu bersungguh-sungguh mengatakan kepadaku bahwa kamu ingin kembali, maaf, sudah tidak ada ruang di hatiku untukmu lagi. Aku berpikir bahwa ini adalah karma untukmu karena telah menyia-nyiakanku.

Namun kamu tak pernah berhenti untuk mencoba menyakinkanku bahwa kamu bisa membuatku mencintaimu lagi, yang membuat aku berpikir untuk memberimu kesempatan kedua. Dan aku benar benar memberimu kesempatan itu.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Kamu benar benar menepati ucapanmu itu. Namun selama itu juga aku belum merasakan hal yang dulu kurasakan saat bersamamu.

Aku mengacuhkanmu, tak menghiraukan pesan darimu, tak pernah mengangkat telepon darimu.

Maaf, aku menyakiti perasaanmu, maaf karena aku tak memberi kejelasan pada hubungan ini. Maaf, karena kini kau yang tersakiti.

Apakah karma akan mendatangiku kelak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar