Kamu dan aku adalah dua orang manusia yang tak pernah mempercayai kebetulan. Kita meyakini bahwa semua memiliki polanya sendiri. Memiliki jalan dan menciptakan takdirnya sendiri.
Dulu, kamu dan aku, kita sama-sama tidak percaya akan cinta. Cinta hanya ada dalam khayal manusia, untuk menutupi segala kebusukan dunia. Mempermanis sesuatu yang sebenarnya pahit. Cinta tercipta dari ketakutan untuk menghadapi kenyataan.
Hingga tanpa sadar, kamu dan aku, sama-sama terhempas begitu dalamnya. Kita berdua mengutuki kebetulan itu. Menyesali kelengahan kita hingga menyebabkan perasaan terkutuk bernama cinta itu bisa singgah.
Aku,
melihatmu jauh diseberang sana. Ditengah ribuan tanda-tanda bahaya, tanda pengingat untuk menyadarkanku bahwa rasa ini tak seharusnya ada.
Penghalang itu begitu tinggi menjulang. Dari awal, kita tahu jika kita memang saling jatuh cinta meski mustahil untuk bersama.
Bodohnya aku,
yang lebih memilih untuk memanjat,
sedangkan kamu
lebih memilih
untuk
beranjak.
.
.
.
.
"Ia merayakan hari raya nya, dan saya merayakan yang lainnya. mungkin itu alasan kenapa ia menyerah dan kami tidak lagi bersama..."
Sesederhana itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar