Sabtu, 24 Desember 2016

Tanpa judul part III

Malam ini, ribuan fikiran tentang kamu masih enggan beranjak pergi, ini sama seperti malam saat kamu mulai memutuskan pergi dari hidup saya.

Tak sedikit tindakan kecil yang perlahan mulai saya biasakan, tidur tanpa ucapan dari mu misalnya, namun ketika jiwa saya ingin memberontak, kembali teguran kecil muncul dari diri saya bahwa tak ada hak saya pada dirimu.

Bukan mudah untuk melupakan, dimana dulu kamu selalu dekat. Kamu yang selalu memberi kabar seolah saya bagian penting dihidupmu, kamu yang selalu ingin kita bersama, serta kamu yang selalu ingin tahu apa yang saya lakukan.

Hingga pada saatnya saya harus tahu, kamu sudah tak seperti dahulu. Entah siapa yang harus saya salahkan, entah hujan yang mengguyur bersama perasaanmu, ataukah angin yang menyapu seluruh hatimu. Tetapi jika kembali menyalahkan waktu rasanya tak adil.

Seperti
cahaya yang tergantikan gelap
senja yang tergantikan rembulan
matahari yang tergantikan bulan
dan aku yang tergantikan olehnya.

Kini sang mentari dan bintang pun tak akan mampu memungkirinya. Bahwasannya hati ini enggan menerima kepergianmu, mungkin saya terlalu berdusta. Tetapi tanpa perlu kamu tahu melupakan semua yang pernah dirajut tidaklah mudah.

Sudah berkali-kali saya menjahit kembali puing-puing kenangan agar sama seperti sebelumnya,
sudah berkali-kali saya coba menyapa mu, namun bukan balasan yang saya terima, bahkan untuk melihat pesan saya saja kamu enggan,
sudah berkali- kali pula saya mengobati sendiri sakit yang telah kamu torehkan dan hujan yang mengalir dipelupuk mata tak mampu dihindarkan

Namun sepertinya tusukan jarum jahit itu tak akan sanggup melukiskan pedihnya saya tanpamu, kali ini biarkan saya yang merasakan seluruh sakit ini.

Mungkin benar yang tuhan titipkan  pada burung untuk disampaikan melalui hati saya, bahwa sudah tak pantas diri ini bertahan padamu. Karena pada kenyataannya, langkah kecil kebelakang dan perasaan bernama ikhlas lah yang saat ini harus saya lakukan. Bukan maksud hati ingin menyerah tetapi sudah tak pantas lagi saya mencintaimu, atau maaf sekedar berharap denganmu

Terima kasih teruntuk cinta yang sudah tak lagi ada, dan rindu yang selalu menemani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar