Saya senang bisa mencintaimu dan kamu mengetahui itu.
Walau tak terbalas, tak apa, itu lain hal
tak relevan.
Biar,
biar saja saya terus melakukannya
sampai rasa ini hilang dengan sendirinya
sampai jangka waktu yang belum ditentukan.
Saya senang menulis sajak-sajak manja
tentang bagaimana senyummu berbaur manis dengan senja,
tentang betapa eloknya bagimu warna merah,
tentang betapa miripnya dirimu dengan bunga Azalea
— terkesan mewah namun aslinya sederhana
Saya suka sajak-sajak saya bukan semata-mata saya yang menciptakannya tapi juga karena kamu lah inspirasinya,
ada kamu di setiap
kata,
baris,
dan baitnya.
Mempermanis tiap gores tinta
menjadikan sajakku elok bak bernyawa
Saya senang setahun penuh saya mencintaimu,
lalu kemarin,
hari ini,
esok,
lusa,
dan seterusnya sampai memang saatnya rasa ini kadaluarsa.
Pun jika kamu muak dan ingin protes, silahkan, tak ku larang.
Namun kamu tak bisa mengaturku bahkan menyuruhku tuk berhenti menyanyangimu, sebab kamu tak ada hak sedikit pun atas perasaanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar