Sabtu, 07 Januari 2017
[Menanti Ragamu Kembali]
Akan kutemui kau di ujung pelangi.
Memangkas sebuah jarak yang selama ini hadir.
Andai waktu juga bisa kupangkas,
Akan aku buat secepat mungkin untuk pertemuan kita.
Ingatan yang enggan pergi melenyapkan semuanya.
Aku kian tertatih diantara untaian memori,
Aku kian terjerembab pada setiap langkah cerita kita.
Bukan tanpa alasan aku menunggu kedatangan yang tak lagi pernah ada. Sebuah perasaan yang terus kau siram dengan hujan.
Manjadikan aku memungut patahan kebahagiaan yang telah melebur.
Jeratan harapan yang pernah kau buat
Masih melekat kuat
Mengikat hati dan jiwaku.
Berbagai frasa indah sudah kutulis untukmu,
Dan namamu selalu tersirat di antara tulisanku
Agar mengembalikan kembali cinta
yang telah pergi dari hatimu.
Taburan bintang yang menghiasi matamu,
Lengkungan indah di bibirmu saat kau tersenyum,
Membuatku bertekuk lutut untuk memintamu kembali.
Aku menginginkan dirimu sekali lagi.
Namun, bagai berharap pada yang sudah sudah kau tetap pergi melangkah.
Hati yang kau susupi ternyata hanya sementara tuk singgah.
Aku lagi-lagi mengalah.
Mengalah pada sebuah kenyataan.
Ternyata memang merelakan tak semudah apa yang kau bilang.
Sebelum pertemuan tanpa tangis kau masih buat aku tertawa, lalu sekarang semua lenyap dan hilang.
Kini, ragaku menanti ragamu.
Meski yang kudapati selalu yang kusesali.
Aku tak bisa dan kau tak lagi ada.
Menanti kembali, mungkin sebuah pilihan tak berujung.
Membentur batin kian tersandung.
Penyesalan setelah hilang adalah harapan yang sia-sia.
Sebab, ada yang enggan kembali setelah susah payah dicari.
Perasaan yang selalu kau abaikan
Sering berpura-pura telah bahagia walau tanpa dirimu.
Membohongi diri sendiri demi merelakan kepergianmu.
Namun, hati selalu menjerit!
Memanggil namamu,
dalam dinginnya kerinduan.
Menanti raga yang sudah menjauh tidak semudah bermimpi.
Terkadang kuingin mengikuti keegoisan diri ini untuk pergi juga.
Namun, ragaku ini selalu menanti ragamu.
Yang entah kapan kembali aku pun tak tahu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar