Sabtu, 14 Februari 2015

Bukan rindu

Ini bukan rindu,
Tapi terlalu memenuhi kalbu, di bawah naungan malam kelabu, saya bertanya-tanya, mengapa kamu terlalu biru? Bahkan sangat abu-abu.

Hari ini bersikap seakan tak pernah ada kata luka, namun, pernah suatu waktu ada yang berkata kamu menyukai dirinya.

Sebenarnya saya tak ingin mengikutsertakan perasaan saya, karena ia sudah pernah terjatuh dari tingginya angan semata. Tetapi, ia terus memaksa, katanya untuk yang kali ini berbeda, maksudnya berbeda cara menyakitinya?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar