Kadang, ada hal-hal yang belum diselesaikan, namun terlanjur usai.
Seperti ketika aku memilih mematahkan hati untuk kemudian kamu miliki, tetapi kamu justru memilih pergi, menanggalkan semua mimpi.
Entah aku yang terlalu banyak berharap, atau bagimu, menyayangiku begitu berat?
Rasanya aku ingin menyimpanmu untuk diriku sendiri,
tapi aku sadar, aku tidak pernah akan.
Bagaimana bisa, jikalah untuk bertemu denganku saja, kamu suka mengarang lupa?
Tidak, tidak pernah ada kita, sayang. Karena sesungguhnya, semua yang kita lakukan ini hanya hiburanmu belaka. Sebuah pura-pura, yang terlanjur menyenangkan untuk kamu lewatkan begitu saja.
Haruskah semua ini selesai; hal-hal yang bahkan belum pernah kita mulai?
Namun ditinggalkan olehmu adalah sesak,
dan jatuh cinta kepadamu menjelma kesendirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar