Sendok dan garpu berdentang gemerincing piring.
Obrolan kian ramai memenuhi kafe muda-mudi.
Kudapan nikmat pun terus-menerus disajikan,
hingga mulut mengunyah tiada henti.
Disalah satu meja, cinta sedang meramal hidup,
sambil merapal lembut mantra-mantra sederhana.
Seketika semua menjadi hening; berhenti bersuara.
Sepasang bibir lembut saling bertemu, menghempas keraguan.
Musik pembuka mulai mengalun, semua pun ramai kembali.
(Randit Firmansyah)
(Randit Firmansyah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar