Rabu, 01 Mei 2013

Cinta Dibawah Langit


Nada indah yang memperkenalkan diri sebagai nasihat.
Susu mengalir menjadi nyawa menggantikan darah.
Koor doa keselamatan pada orkestra yang kusebut ibu.

Aku yang terlahir dari rahimmu.
Aku yang tertidur dalam pangkuanmu.
Aku yang menangis didadamu
  
Seperti lembut elus jemari pada pipiku
Seperti hangat dekap pada kalutku
Serupa tetesan air hujan , pada waktu yang lain adalah cinta
(Randit Firmansyah) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar