Rabu, 22 Mei 2013

waktu

Ketiadaan akan ada pun menjadi tiada.
Busur melesat menembus jiwa dari detik cakrawala yang melambat.
Padaku dan padamu goresan takdir ditempatkan.
agar berdiam saja menetap pada suatu masa.
Peran telah dipersiapkan, kostum telah dikenakan.
Cukup meninggalkan jejak hidup yang bernama sejarah.
Kitapun pada akhirnya hanyalah bagian dari waktu,
Terus berputar didalam lingkaran yang sama.

(Randit Firmansyah)

Minggu, 05 Mei 2013

Sajak Malam Minggu

Sendok dan garpu berdentang gemerincing piring.
Obrolan kian ramai memenuhi kafe muda-mudi.
Kudapan nikmat pun terus-menerus disajikan,
hingga mulut mengunyah tiada henti.

Disalah satu meja, cinta sedang meramal hidup,
sambil merapal lembut mantra-mantra sederhana.
Seketika semua menjadi hening; berhenti bersuara.
Sepasang bibir lembut saling bertemu, menghempas keraguan.
Musik pembuka mulai mengalun, semua pun ramai kembali.

(Randit Firmansyah)

Rabu, 01 Mei 2013

Cinta Dibawah Langit


Nada indah yang memperkenalkan diri sebagai nasihat.
Susu mengalir menjadi nyawa menggantikan darah.
Koor doa keselamatan pada orkestra yang kusebut ibu.

Aku yang terlahir dari rahimmu.
Aku yang tertidur dalam pangkuanmu.
Aku yang menangis didadamu
  
Seperti lembut elus jemari pada pipiku
Seperti hangat dekap pada kalutku
Serupa tetesan air hujan , pada waktu yang lain adalah cinta
(Randit Firmansyah)