Jumat, 16 September 2016

[Saya, Kamu, dan Cinta Kita yang Salah]


Ini bukan sekedar perbedaan umur di antara saya dan kamu.

Bukan juga seberapa kilometer jauhnya jarak antara saya dan kamu saat ini.

Namun inilah perbedaan yang sesungguhnya. Perbedaan yang selama ini saya abaikan agar saya terus dapat mencintai kamu tanpa beban. Saya seharusnya sadar, saya dan kamu bukanlah sejoli yang akan memiliki akhir yang baik.

Detik, menit, jam, dan hari akan terus berjalan. Saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu kamu begitu saja. Kamu seharusnya bisa menyimpan waktu kamu dengan baik untuk mencintai perempuan lain dengan satu kepercayaanmu.

Iya, saya percaya, Tuhan yang kau percaya, dan Tuhan yang saya percaya sama-sama mengajarkan kebaikan yang sama. Tidak pernah ada ajaran untuk saling menyakiti. Namun cinta kita ini salah, angan-angan yang saya miliki untuk bersama kamu juga salah.

Saya ingin menghabiskan waktu bersama kamu setiap harinya, di setiap pagi dan malam hingga rambut kita memutih. Tapi semua ini salah.

Saya tidak ingin kamu melakukan hal yang dilarang oleh Tuhanmu. Saya yakin, Tuhanmu pasti telah menyiapkan perempuan terbaik dibandingkan saya.

Bersabarlah, Sayang. Waktu mungkin akan mempertemukan kita lagi, entah sebagai apa, yang pasti saya dan kamu ditakdirkan tidak untuk dipasangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar