Aku tidak pernah mencintaimu dengan sederhana.
Kucintai kamu dengan segalanya.
Kusimpan kamu dalam setiap hal.
Aku teringat kamu ditengah kemacetan Jakarta.
Aku teringat kamu dalam lagu-lagu di playlist hp ku.
Aku teringat kamu di jalanan yang ku lewati tiap pulang sekolah.
Kamu lah yang membahagiakan dan aku kecanduan.
Yang selalu kucari setiap hari,
terus aku ingat dari pagi hingga dini hari.
Tanpa mengeluh minta cuti atau hari libur.
Kagumku padamu berserak dimana mana.
Di semua hal, tanpa bisa kutata.
Kubiarkan terus berkembang, terus membesar sejadi-jadinya.
Kamu memang berhak dicintai secara berlebihan.
Dan setelah semua yang aku alami,
Mengingatmu dari ujung kepala hingga ujung kaki,
Menemanimu sesering mungkin dan menuliskan banyak puisi,
Menceritakan padamu banyak hal, dan selalu bersedia mendengar keluhmu setiap hari,
Mengapa kamu tetap memilih untuk pergi?
Jumat, 30 September 2016
Jumat, 16 September 2016
[Saya, Kamu, dan Cinta Kita yang Salah]
Ini bukan sekedar perbedaan umur di antara saya dan kamu.
Bukan juga seberapa kilometer jauhnya jarak antara saya dan kamu saat ini.
Namun inilah perbedaan yang sesungguhnya. Perbedaan yang selama ini saya abaikan agar saya terus dapat mencintai kamu tanpa beban. Saya seharusnya sadar, saya dan kamu bukanlah sejoli yang akan memiliki akhir yang baik.
Detik, menit, jam, dan hari akan terus berjalan. Saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu kamu begitu saja. Kamu seharusnya bisa menyimpan waktu kamu dengan baik untuk mencintai perempuan lain dengan satu kepercayaanmu.
Iya, saya percaya, Tuhan yang kau percaya, dan Tuhan yang saya percaya sama-sama mengajarkan kebaikan yang sama. Tidak pernah ada ajaran untuk saling menyakiti. Namun cinta kita ini salah, angan-angan yang saya miliki untuk bersama kamu juga salah.
Saya ingin menghabiskan waktu bersama kamu setiap harinya, di setiap pagi dan malam hingga rambut kita memutih. Tapi semua ini salah.
Saya tidak ingin kamu melakukan hal yang dilarang oleh Tuhanmu. Saya yakin, Tuhanmu pasti telah menyiapkan perempuan terbaik dibandingkan saya.
Bersabarlah, Sayang. Waktu mungkin akan mempertemukan kita lagi, entah sebagai apa, yang pasti saya dan kamu ditakdirkan tidak untuk dipasangkan.
Selasa, 06 September 2016
Batas
Batas memisahkan kamu dan saya dalam satu dunia yang terbagi dua
Waktu adalah hening yang menunggu suara, tapi kamu kelewat jauh dan saya dibisukan cinta yang fana
Miris rasanya, dia hanya ada sebentar, lalu saya bosan
Kamu, adalah bagian dari kebiasaan yang hampir saya tinggalkan,
Namun sebelum saya pergi, kamu sudah angkat kaki duluan
Kini ada jarak yang diam-diam meluas, membuat rindu makin menyengsarakan
Ya, salah saya terlena perkataan
Dia memang mempesona, namun sementara
Salah saya juga tak peduli pada kamu yang tinggal meski tak banyak bicara
Batas memisahkan kamu dan saya dalam satu dunia yang terbagi dua
Waktu adalah hening yang menunggu suara
Dan rindu, adalah sekejam-kejamnya jarak menghukum saya
Waktu adalah hening yang menunggu suara, tapi kamu kelewat jauh dan saya dibisukan cinta yang fana
Miris rasanya, dia hanya ada sebentar, lalu saya bosan
Kamu, adalah bagian dari kebiasaan yang hampir saya tinggalkan,
Namun sebelum saya pergi, kamu sudah angkat kaki duluan
Kini ada jarak yang diam-diam meluas, membuat rindu makin menyengsarakan
Ya, salah saya terlena perkataan
Dia memang mempesona, namun sementara
Salah saya juga tak peduli pada kamu yang tinggal meski tak banyak bicara
Batas memisahkan kamu dan saya dalam satu dunia yang terbagi dua
Waktu adalah hening yang menunggu suara
Dan rindu, adalah sekejam-kejamnya jarak menghukum saya
Kamis, 01 September 2016
Manusia hanya ingin lupa
Pikiran yang masih tak mau di istirahatkan akan lelah.
Lelah karena terus mengingatnya.
Lelah dengan semua sikapnya yang kamu tangisi.
Lelah dengan apa yang kamu dapati saat dia tak peduli lagi.
Sudahlah, kamu tak usah menjadi orang terpatah untuk sebuah kehilangan.
Hati tak akan baik kau paksa untuk hal yang menyakiti.
Kadang Manusia hanya ingin lupa.
Lupa dengan hal-hal yang mereka takutkan, lupa dengan sesuatu yang mereka rasakan di masa lalu ataupun saat ini.
Lupa dengan segala macam masalah hidup yang silih berganti, lupa akan semua hal buruk yang pernah terjadi.
Juga lupa dengan seseorang yang pernah begitu berarti mengisi hidupnya yang kemudian pergi tak berjarak hingga meninggalkan ingatan yang menghantui.
Sebab manusia hanya ingin lupa,
Lupa dengan segala caranya yang tak sesuai janji.
Lupakan saja, dia tak begitu berarti jika hanya kau kenang, kau tak akan menikmati hidup yang kau bayangkan dengan tenang dan nyaman.
Lepaskan, jika semua berat perlahan kau harus merubahnya setidaknya untuk tidak mengingatnya lagi saat ini.
Sebab manusia hanya ingin lupa, dan hanya mengingat dua hal dalam hidupnya. Siapa yang membuatnya terluka sangat dalam dan siapa yang telah memberi kebahagiaan bukan saja dengan cinta tapi dengan bukti dan janji yang selalu ditepati.
Manusia hanya ingin lupa.
Lelah karena terus mengingatnya.
Lelah dengan semua sikapnya yang kamu tangisi.
Lelah dengan apa yang kamu dapati saat dia tak peduli lagi.
Sudahlah, kamu tak usah menjadi orang terpatah untuk sebuah kehilangan.
Hati tak akan baik kau paksa untuk hal yang menyakiti.
Kadang Manusia hanya ingin lupa.
Lupa dengan hal-hal yang mereka takutkan, lupa dengan sesuatu yang mereka rasakan di masa lalu ataupun saat ini.
Lupa dengan segala macam masalah hidup yang silih berganti, lupa akan semua hal buruk yang pernah terjadi.
Juga lupa dengan seseorang yang pernah begitu berarti mengisi hidupnya yang kemudian pergi tak berjarak hingga meninggalkan ingatan yang menghantui.
Sebab manusia hanya ingin lupa,
Lupa dengan segala caranya yang tak sesuai janji.
Lupakan saja, dia tak begitu berarti jika hanya kau kenang, kau tak akan menikmati hidup yang kau bayangkan dengan tenang dan nyaman.
Lepaskan, jika semua berat perlahan kau harus merubahnya setidaknya untuk tidak mengingatnya lagi saat ini.
Sebab manusia hanya ingin lupa, dan hanya mengingat dua hal dalam hidupnya. Siapa yang membuatnya terluka sangat dalam dan siapa yang telah memberi kebahagiaan bukan saja dengan cinta tapi dengan bukti dan janji yang selalu ditepati.
Manusia hanya ingin lupa.
Langganan:
Komentar (Atom)