Rabu, 18 Juni 2014

Pesan Dalam Cinta

Dalam setiap suratmu ada balasku,
dalam setiap tanyamu ada gelisahku
dalam setiap tangismu ada sesalku,
dalam setiap cintamu ada cintaku,
dalam setiap pelukmu ada lindungku,
dalam setiap rindumu ada doaku,
dalam setiap usiamu ada tuaku.


Randit Furmansyah )

Kamis, 12 Juni 2014

Rindu

Kutunggu kepulanganmu manisku,

Diteras ini sambil menghitung senja yang kau suka.

Berharap sebentar adalah hitungan pasti;

abstraksi singkat renjana dalam sekedip mata.



Mencintai adalah kejujuran yang harus diucapkan.

Begitulah yang kita yakini dalam menjalaninya.

Bukan gari yang mengikat kebebasan dari perasaan.

Sebab ia bukan pencuri yang tertulis dalam kitab romansa.

Diam-diam mengambil hati, demi menjaganya untuk diri sendiri.

Kasihan hatinya yang tercuri, kini ia mengemis untuk mendapatkannya kembali.



Manuskrip yang begitu membosankan.

Dibalut kodifikasi alur indah yang dramatis.

Begitulah seharusnya mencintai, tidak boleh ada seharusnya yang lain.

Konsepsi berbahaya yang mengemudikan haluan,

menuju jurang yang tak terhingga dalamnya.



Terciptalah binatang-binatang yang diberikan merek cinta pada jidatnya.

Ditempatkan pada kandang indah, kelak mereka tidak diperkenankan bertanya.

Mereka bukan penulisnya, hanya goresan yang terperangkap dalam lembaran kertas.

Kita sombong, mencibirnya, sebab cinta kita ialah alam liar.

Tidak melulu berbicara yang indah, sebab keburukan turut didalamnya.



Jangan terlalu lama pergi manisku,

sebab hidup terlalu singkat.

Masih banyak tentang dunia yang perlu kita diskusikan.
Sedang berbicara cinta saja menghabiskan setengah usia lamanya.

(Randit Firmansyah)